CINTA TANAH AIR
Sebenarnya, apa pengertian “cinta tanah air”? Perasaan cinta sebenarnya mengandung unsur kasih dan sayang terhadap sesuatu. Kemudian, akan tumbuh suatu keinginan untuk merawat, memelihara, dan melindungi suatu hal tersebut dari segala bahaya yang mengancam. Cinta tanah air berarti rela berkorban untuk tanah air dan membela tanah air dari segala macam ancaman dan gangguan yang datang dari mana saja. Para pahlawan Indonesia telah membuktikan cintanya kepada tanah air. Mereka tidak rela Indonesia diinjak-injak oleh kaum penjajah. Mereka tidak ingin negerinya dijajah, dirampas, atau diperas oleh bangsa penjajah. Mereka berani mengorbankan nyawanya demi membela tanah air Indonesia.
Cinta tanah air adalah perasaan yang timbul dari dalam hati seorang warga Negara, untuk mengabdi, memelihara, membela, melindungi tanah airnya dari segala ancaman dan gangguan. Definisi lain mengatakan bahwa Rasa cinta tanah air adalah rasa kebanggaan, rasa memiliki, rasa menghargai, rasa menghormati dan loyalitas yang dimiliki oleh setiap individu pada negara tempat ia tinggal yang tercermin dari perilaku membela tanah airnya, menjaga dan melindungi tanah airnya, rela berkorban demi kepentingan bangsa dan negaranya, mencintai adat atau budaya yang ada di negaranya, dan melestarikan alam serta lingkungan.
Menanamkan Sikap Cinta Tanah Air pada Generasi Muda
Generasi muda sangat penting bagi kehidupan bangsa karena merupakan tulang punggung utama dari proses keberlangsungan suatu bangsa. Sumpah Pemuda tahun 1928 adalah awal pergerakan pemuda Indonesia mengenai kepedulian terhadap nasib bangsa indonesia kedepan, dimana tujuannya adalah memperjuangkan terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dengan semangat muda mereka mempersatukan bangsa indonesia dengan hasil Proklamasi Kemerdekaan Indonesia 1945.
Namun beda zaman beda pula sikap pemuda terhadap kondisi bangsanya, saat ini pemuda Indonesia terjebak dalam budaya apatis dan hedonis, pemuda yang masih memikirkan nasib bangsanya kedepan terus berkurang. Banyak yang membicarakan kondisi bangsa ini, namun lebih kepada kritikan dan keluhan tanpa mau memikirkan solusi dan tindakan selanjutnya.
Dengan kondisi seperti ini kita wajib mewaspadai bahwa Indonesia di masa depan akan mengalami krisis kepemimpinan. Hal ini disebabkan bukan karena tidak ada orang yang mau memimpin, tetapi karena Indonesia kehilangan pemimpin yang berkarakter ‘pemimpin’.
Tidak ada cara lagi menyelamatkan keutuhan Indonesia di masa depan, kecuali dengan menumbuhkan rasa kecintaan mereka terhadap Indonesia yang satu kesatuan tak terpecah oleh batas wilayah dan suku. Karena, hanya dengan dengan menumbuhkan kembali rasa cinta itu, maka akan muncul rasa pengabdian kepada negeri ini, sehingga siapapun dia dan dimanapun dia berada, akan berusaha memajukan dan membesarkan nama Indonesia.
Sikap cintah tanah air harus ditanamkan kepada anak sejak usia dini karena pada usia tersebut seorang anak berada paling dekat dengan keluarga dan lingkungan sekolahnya, sedangkan keluarga dan lingkungan sekolah merupakan dua hal yang paling penting dalam proses perkembangan anak usia dini. Menanamkan rasa cinta tanah air pada anak bisa melalui berbagai cara, misalnya dengan upacara sederhana setiap hari Senin dengan menghormati bendera Merah Putih, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dan mengucapkan Pancasila. Kegiatan lain yang bisa dilakukan adalah memperingati hari besar nasional dengan kegiatan lomba atau pentas budaya, mengenalkan aneka kebudayaan bangsa secara sederhana (gambar rumah dan pakaian adat), mengenakan pakaian adat pada hari Kartini, mengunjungi museum, dan mengenal para pahlawan melalui bercerita atau bermain peran.
Selain pengaruh dari lingkungan, kesadaran diri juga penting dalam perkembangan sikap nasionalisme seorang anak. Seorang anak harus bisa menanamkan sendiri sikap cinta tanah air dalam dirinya. Contohnya dengan belajar tekun, tidak membeda-bedakan teman, menjaga kebersihan lingkungan, dan menghormati bapak/ibu guru serta orangtua.
Penanaman rasa cinta tanah air pada anak harus dilakukan sedini mungkin, sehingga suatu saat nanti, saat tumbuh dewasa, mereka dapat menghargai betapa pentingnya mencintai tanah air, bisa berwarganegara dengan baik, mempunyai rasa memiliki yang tinggi terhadap negaranya, dan sekaligus bisa mengharumkan nama bangsa. Diharapkan generasi muda Indonesia dapat menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara.
Komentar
Posting Komentar